Doa Agar Mimpi Buruk Tidak Menjadi Kenyataan (Lengkap)

doa agar mimpi buruk tidak menjadi kenyataan
Doa agar mimpi buruk tidak menjadi kenyataan.
Sering mimpi dalam tidur itu wajar. Itu bunga mimpi. Tapi kalau sering mimpi buruk, tahukah Anda, itu pertanda apa? Dan apakah mimpi buruk akan menjadi kenyataan? Apalagi mimpi buruknya berulangkali.

Tentangdoa.com - Penyebab sering mimpi buruk dalam Islam itu banyak. Antara lain adalah karena ketika akan berangkat tidur, Anda mungkin lupa berdoa dan tidak menerapkan adab tidur dalam Islam. Padahal, doa akan tidur dan doa agar dijauhkan dari mimpi buruk sudah diajarkan oleh Rasulullah dalam banyak haditsnya.

Posisi tidur agar tidak mimpi buruk pun, sudah ada dan diatur juga dalam Islam. Berikut ini adalah adab menjelang tidur sebagaimana diamalkan oleh para santri di pesantren, agar tidak bermimpi buruk.
  • Hendaknya membersihkan tempat tidur dari kotoran ketika hendak tidur.
  • Hendaknya pertama tidur kita menghadap ke kiri (tangan kiri di atas dan tangan kanan dijadikan bantal), setelah itu tidak masalah bila ingin berbalik. 
  • Tidak telungkup atau tengkurap dengan menjadikan perut sebagai tumpuannya ketika tidur. 
  • Disunnahkan memakai celak mata ketika hendak tidur. 
  • Tidak tidur malam sebelum menunaikan shalat Isya’. 
  • Sunnah jika tidur dalam keadaan suci (sudah berwudhu) 
  • Membaca ayat-ayat al-Qur-an, di antaranya ayat kursi, dua ayat terakhir surat al-Baqarah, disambung dengan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. 
  • Setelah semua amalan tersebut dilakukan, hendaknya membaca doa akan tidur yang lafadznya tertulis lebih lengkap, sebagaimana berikut:

doa sebelum tidur latin bukan kristen

Artinya:
Dengan Nama-Mu, ya Tuhan-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula, aku bangun. Jika Engkau menahan roh-ku (mati), maka berilah rahmat kepadanya. Tapi jika Engkau melepaskannya, maka peliharalah. Sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.

Terakhir, membaca doa setelah bangun tidur. Jika sedang mendapatkan mimpi baik, di anjurkan sangat untuk berdoa dengan bacaan di bawah ini. Berikut bacaan doa ketika Anda mendapatkan mimpi baik, beserta latin dan terjemahnya.

doa sesudah tidur malam


Atau memilih untuk malafadzkan doa bangun tidru ini, karena mendapatkan anugerah mimpi yang baik.

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Baca:
Alhamdulillahi rabbil 'aalamiin.

Artinya:
"Segala puji bagi Allah, Tuhan yang memelihara alam semesta"

Bisa juga dengan membaca doa di bawah ini:

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ قَطْلَ الْحَاجَتِ

Baca:
Alhamdulillahil ladzii qodzoo haajaati.

Artinya:
"Segala puji bagi Allah yang telah memberi hajatku"

Doa Ketika Mimpi Buruk

Syukurilah jika Anda mendapatkan mimpi yang baik karena hal itu datangnya dari Allah Swt., misalnya Anda beruntung mendapatkan mimpi yang membuat Anda senang, bahagia dan menggembirakan.

Sedangkan mimpi yang buruk itu datangnya dari setan. Contohnya mimpi yang membuat Anda ketakutan, gelisah atau sedih. Adapula mimpi yang berasal dari pikiran atau imajinasi mimpi ini sering terjadi ketika Anda, misalnya, terlalu memikirkan suatu hal, hingga terbawa mimpi.

Jika ternyata bangun dari tidur dan mimpi buruk langsung membuat sedih, hafalkan segera, ucapkan doa doa ketika Anda mimpi buruk. Ini lafadznya:

اَللَّهُمَّ إِنّىِ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ وَسَيِّئاَتِ اْلأَحْلاَمِ

Baca:
Allaahumma innii a'uudzubika min 'amalisy syaithaani wa sayyiaatil ahlami.

Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari perbuatan setan dan dari mimpi-mimpi yang buruk"

Bacaan doa ketika mimpi buruk di atas Anda baca sesaat setelah terbangun agar terhindar dari godaan setan. Ingat, mimpi buruk datangnya dari setan dan diri Anda sendiri, kita semua.

Tindakan Saat Mendapatkan Mimpi Buruk

Selain doa di atas, ketika Anda bermimpi buruk, lakukan hal-hal di bawah ini agar mimpi buruk tidak terjadi. Sebut saja ini sebagai cara mengatasi mimpi buruk menurut Islam. InsyaAllah.

Dengan melakukan tindakan berikut ini, mimpi buruk hilang ada istirahatpun jadi nyaman. Dengan tindakan berikut ini, gangguan setan melalui mimpi akan sirna, insyaAllah.

1. Membaca Isti'adzah
dalam kondisi seperti ini, membaca isti'adzah merupakan tindakan yang paling penting. Karena dengan bacaan istidzah itu kita memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan mimpi buruk, atau dari kejahatan syetan yang  dihembuskan melalui mimpi buruk tersebut.

Bahkan ada ulama' yang berpendapat bahwa cukup bagi kita untuk membaca isti'adzah dalam kondisi seperti ini, meskipun kita tidak melakukan tindakan yang lainnya. Fungsi isti'dzah memang sangat vital. Hadits Nabi mengatakan:

 (وليتعوذ بالله من شرها, فإنها لا تضره (رواه البخاري 

Artinya:
"….Dan hendaklah ia memohon perlindungan kepada bahaya, dengan begitu ia tidak akan mencelakankannya." ( HR.Bukhori no. 3049 dari Abu Qotadah).

Ada beberapa lafadz isti'adzah (doa perlindungan) yang dianjurkan untuk dibaca oleh orang yang  mengalami mimpi buruk.

Lafadz isti'adzah yang disampaikan oleh Ibrahim An-Nakhoi:

أعوذ بما عاذت به ملائكة الله من شر رؤياي هذه, أن يصيبني منها. من أكره في ديني ودنياي (أخرجه.  ابن أبي شيبة وعبد الرزاق (بأسانيد صحيحة)

Lafadz isti'adzah yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Sunni:

(اللهم إني أعوذ بك من عمل الشيطان و سيئات الأحلام ( رواه ابن السني

Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ulah syetan dan buruknya mimpi." (HR. Ibnu Sunni).

Lafadz isti'adzah yang diriwayatkan oleh kakek 'Amr bin Syu'bah:

(أعوذ بكلمات الله التامات من غضبه وعقابه وشر عباده, من همزات الشياطين وأن يحضرون (رواه الترمذي 

Artinya:
"Aku berlindung kepada Allah dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna dari murka dan balasan-Nya, dan dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dan dari bisikan-bisikan syetan dan dari kedatangan mereka kepadaku." (HR. Tirmidzi no.3451)

2. Meludah ke Kiri Tiga Kali
Yang dimaksud dengan meludah disini bukan meludah yang mengeluarkan banyak air. Tapi sekedar simbol untuk menghinakan setan. Dan arah ludah ke sebelah kiri. Dengan demikian, meskipun kita berada di tempat tidur, dan di sebelah kita ada orang lain, tindakan ini tidak akan merugikan orang tersebut. Karena kita tidak akan mengeluarkan air ludah yang banyak, sehingga terhindar dari perbuatan jorok.

Al-Qodhi 'Iyadh rahimahullah berkata, "kita diperintahkan untuk meludah saat mengalami mimpi buruk adalah upaya untuk mengusir syetan yang hadir dalam mimpi. Sebagai bentuk penghinaan kepada syetan tersebut. Adapun arah kiri adalah yang identik dengan keburukan. Dan bilangan tiga kali disini hanya untuk memperkuat penghinaan kita pada syetan." (Kitab Fathul Bari: 12/371).

(فلينفث عن يساره ثلاث مرات ( رواه مسلم 

Artinya:
"….maka hendaklah ia meludah tiga kali ke arah kirinya." ( HR. Muslim, No. 4196 dari Abu Qatadah)

3. Mengubah Posisi Tidur Agar Tidak Mimpi Buruk

Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani rahimahullah berkata, "Kita diperintahkan untuk merubah posisi tidur dalam masalah ini merupakan harapan kuat bahwa mimpi buruk itu akan beralih atau berganti dengan berganti dengan yang baik, atau yang tidak menakutkan. Hal itu dimulai dengan menggeser tempat atau posisi tidur kita." (Kitab Fathul Bari: 12/371).

(عن جنبه الذي كان عليه (رواه مسلم

Artinya:
" …dan hendaklah ia merubah ( bergeser dari) posisi tidurnya semula." ( HR.Muslim no. 4196 dari Abu Salamah).

Dalam riwayat lain, Rasulullah mengajarkan doa kepada umatnya yang menggeser posisi tidurnya di malam hari. Lafadz doa tersebut adalah:

لا إله إلا الله الواحد القهار, رب السموات والأرض, وما بينهما العزيز الغفار

Artinya:
"Tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah yang Maha Esa, Maha Perkasa, Rabb yang menguasai langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya, yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun."( HR. Al Hakim, No. 1980, dan dia menyatakan bahwa hadits tersebut shahih).

Berikut ini adalah doa jika kita ingin membalikkan tubuh ketika tidur malam. Ini

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ، رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ

Artinya:
“Tiada Ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, Maha Perkasa, Rabb yang menguasai langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun.”

(Rasulullah membaca do’a ini ketika berbalik dari satu sisi ke sisi lain pada malam hari. [HR. Al-Hakim], menurut pendapatnya, hadits di atas adalah shahih, Imam Adz-Dzahabi setuju pendapatnya 1/540 dan An-Nasai dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, serta Ibnus Sunni. Lihat juga Shahihul Jami’: 4/231).

4. Membaca Ayat Kursi
Dalam kitabnya, Imam ibnu Hajar al-Asqolani rahimahullah menambahkan tindakan yang ketujuh, yaitu membaca ayat kursi. Ia menyandarkan tindakan tersebut kepada keumuman dari hadits bahwa syetan tidak akan bisa  mendekati orang yang membaca ayat kursi. (Kitab Fathul Bari : 12/371).

إذا أويت إلى فراشك, فأقرأ آية الكرسي ( الله لا إله إلا هو الحي القيوم ) حتى تختم الآية. فإنك لن يزال عليك من الله حافظ, ولا يقربنك شيطان حتى تصبح. (رواه البخاري)

Artinya:
“Rasulullah bersabda kepada Abu Hurairah, "Apabila kamu merebahkan diri di pembaringan, maka bacalah ayat kursi sampai selesai (tuntas). Karena dengan begitu, Allah senantiasa menjagamu dan syetan tidak akan mendekatimu sampai pagi." (HR. Bukhari ).

5. Berwudhu dan Shalat Sunnah Dua Raka'at
Imam al Qurtubi rahimahullah berkata, "Sesungguhnya melaksanakan shalat dalam kondisi seperti ini akan mencakup semua tindakan yang telah disebutkan dalam beberapa riwayat. Karena dengan shalat, ia telah merubah posisi tidurnya, ia juga meludah dengan kumur-kumur yang dilakukan saat berwudhu, ia juga membaca isti'adzah ketika hendak membaca surat Al-Fatihah dalam shalat. Lalu ia berdo'a kepada Allah dalam posisi yang paling dekat kepada-Nya. Dengan begitu, Allah akan melindunginya dari kejahatan musuh-Nya." (Kitab Fathul Bari: 12/371).

6. Tidak Menceritakan Mimpi Kepada yang Lain
Imam Nawawi rahimahullah berkata, "Hikmah dari larangan Rasulullah agar mimpi buruk tidak diceritakan kepada orang lain, karena dikhawatikan mimpi tersebut akan ditafsirkan dengan tafsir yang buruk sebagaimana isi mimpi yang memang menakutkan. Kalau hal itu yang terjadi, maka kemungkinan mimpi itu akan menjjadi kenyataan atau terbukti dalam kehidupan nyata, dengan izin Allah." (Kitab Syarhun Nawawi: 15/18).

Dalam masalah ini tentu ada pengecualian. Bagi orang yang mimpi buruk, dibolehkan ia menceritakan mimpinya itu kepada orang lain yang diyakini bahwa orang tersebut mampu membantunya dalam menyelesaikan problema mimpi buruknya. Misalnya, ia datang ke seorang psikolog lalu ia menceritakan mimpi buruknya yang selama ini mengganggu pikirannya. Atau datang ke seorang kiai atau ulama’, lalu menceritakan permasalahannya yang berkaitan dengan mimpi buruk.

Yang dilarang keras adalah apabila ia sekedar bercerita terntang isi mimpinya yang seram kepada setiap orang, agar orang mendengar sejauh mana keseraman mimpinya. Atau ia bercerita hanya ingin cari sensasi, perhatian, atau popularitas. Karena apa yang dilakukan itu bisa menyebabkan orang yang mendengarnya akan terpengaruh lalu mengalami mimpi buruk yang sama atau lebih seram lagi. Kalau hal itu meluas di masyarakat, maka akan menimbulkan keresahan sosial. Seperti kasus "kolor iju", misalnya.

(ولا يحدث بها أحدا, فإنها لن تضره ( رواه البخاري 

Artinya:
"Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda, "….dan hendaklah ia tidak menceritakan mimpi buruk itu kepada seorangpun. Dengan begitu, mimpi buruk itu tidak akan mencelakannya." (HR. Bukhari, no. 6522)

Dalam riwayat lain, jabir bin Abdullah berkata, "Ada seorang arab badui (kampong) datang kepada Rasulullah seraya mengadu, wahai Rasulullah, saya telah bermimpi dalam tidur saya, seperti kepala saya dipukuli, sehingga terasa pusing dan berat karenanya." Maka Rasulullah berkata kepada Badui tersebut, janganlah kamu ceritakan permainan syetan dalam mimpimu tersebut kepada orang lain." (HR. Muslim no. 4212).

Imam Nawawi berkata, "seyogyanya kita melakukan semua tindakan yang disebutkan di atas sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat-riwayat hadits tersebut. Tetapi jika kita hanya melakukan sebagian saja, hal itu tidak apa-apa. Yang penting,  dengan tindakan itu, mimpi-mimpi buruk yang mengganggu istirahat dan  ketenangan hilang dengan izin Allah." (Kitab Syarhun Nawawi: 15/18).

Tambahan, jika akan tidur merasa kesepian, tak ada teman, berikut ini adalah doa jika merasa takut dan kesepian ketika tidur yang diajarkan Rasulullah, agar ketakutan tak jadi masuk sebagai mimpi yang mengerikan dalam tidur.

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ

Artinya:
“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemarahan dan siksaan-Nya, serta kejahatan hamba-hamba-Nya, dan dari godaan setan (bisikannya) serta jangan sampai mereka hadir (kepadaku).” (2. HR. Abu Dawud 4/12. Dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/171)

Demikianlah doa setelah mimpi buruk agar tidak terjadi yang diajarkan Rasulullah secara lengkap mulai dari adab akan tidur, tatacara agar tidur tidak bermimpi buruk dan doa agar mimpi buruk tidak menjadi kenyataan. (tentangdoa.com)

Pencarian terkait:
sering mimpi buruk pertanda apa, doa mimpi buruk latin, doa setelah mimpi buruk agar tidak terjadi, doa agar mimpi buruk tidak menjadi kenyataan, gambar doa mimpi buruk, doa mimpi buruk bahasa indonesia, doa agar dijauhkan dari mimpi buruk, cara mengatasi mimpi buruk menurut islam, penyebab mimpi buruk dalam islam, cara mencegah mimpi buruk, penyebab mimpi buruk terus menerus, posisi tidur agar tidak mimpi buruk, mimpi buruk berulang kali, doa mimpi buruk agar tidak terjadi, penyebab sering mimpi saat tidur.

1. Share jika postingan Tentangdoa.com bermanfaat.
2. Ketik "Qobiltu" jika doa yang Anda amalkan mengharuskannya.
3. Jika berhasil, ucapkan terimakasih dengan kirim pulsa ke admin.