Makna, Hakikat dan Manfaat Dzikir Kepada Allah Swt

manfaat dzikir kepada allah ada 73
Hakikat dzikir kepada allah
Tentangdoa.com - Al-Qur’an dan Hadits sangat menganjurkan juga mengisyaratkan betapa mulia ibadah dzikir. Allah SWT memerintah Kaum Muslimin untuk banyak berdzikir, tanpa dibatasi jumlahnya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا 

“Wahai orang-orang yang beriman banyak-banyaklah berdzikir kepada Allah”. (QS. Al-Ahzab: 41).

Secara bahasa, kata “dzikir” merupakan serapan dari bahasa arab “al-dzikru” yang bermakna ingat. Oleh karena itu, ketika disebutkan kata dzikrullah berarti artinya adalah mengingat Allah.

Berdzikir berarti kita mengingat Allah Swt., baik dalam bentuk lisan maupun perbuatan. Segala apa yang kita lakukan, selalu kita dasari dengan niat tak lain hanya untuk mendapatkan ridha Allah Swt..

Sebagaimana dalam sebuah hadist diterangkan; “Perumpamaan orang yang ingat akan Rabb-nya dengan orang yang tidak ingat Rabb-nya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Al-Bukhari).

Yang dimaksud makna dzikir di sini, bukan hanya membaca lafadz dzikir, tapi mengingat Allah. Itulah hakikat dari dzikir. Kalau hanya melafalkan dzikir-dzikir, sedangkan pikiran dan hati tidak ikut berdzikir maka ketenangan tidak akan didapat.

Karena makna dzikir berarti menyebut dan mengingat. Dzikrullah menyebut dan mengingat Allah Swt. Dzikir yang baik mencakup dua makna di atas; menyebut dan mengingat. Dzikir dengan hanya menyebut dengan lisan tanpa menghadirkan hati tetap bisa mendatangkan pahala, namun tentu dzikir macam ini berada pada tingkat yang paling rendah.

Dzikir dengan lisan tanpa menghadirkan hati dan pikiran bisa saja memberi pengaruh terhadap hati dan keimanan seseorang, tetapi pengaruhnya tidak sebesar dzikir sambil menghadirkan hati. Paling baik adalah dzikir dengan lisan sambil menghadirkan hati.

Orang yang pikiran dan hatinya juga berdzikir ia akan merasakan nikmat ketenangan yang sudah dijanjikan oleh Allah Swt.. Untuk mencapai ini pada awalnya mungkin akan terasa sulit, tapi kesulitan itu jangan sampai terus meliliti diri ini. Berusaha untuk membuat mudah suatu yang sulit merupakan sebuah keharusan.

Hakikat Dzikir Kepada Allah

Dzikir adalah hal yang sudah biasa dilakukan oleh orang Islam karena keutamaan dan nilai dari ibadah dzikir ini begitu besar dan beragam, baik dilakukan sendirian atau secara jama’ah.

Bisa dikatakan, sangat tidak seberapa antara upaya dan energi yang dikeluarkan oleh kita untuk melakukan ibadah dzikir, bila dibandingkan dengan keutamaan yang disediakan karena dzikir adalah ibadah yang tidak begitu memerlukan upaya dan pengorbanan besar seperti sedekah dan lainnya.

Dalam ajaran Islam, banyak kesempatan dan sarana yang Allah Swt. sediakan bagi kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah dzikir ini. Ada berbagai doa yang bisa dibaca dalam beragam aktivitas dan kesempatan. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali, hampir seluruh satuan kegiatan ada doa khusus.

Ibadah dzikir cukup simpel dan mudah dilakukan. Tidak harus dengan persiapan khusus, tempat khusus dan waktu khusus. Dalam kondisi apapun diperbolehkan, asal tidak pada tempat-tempat yang kotor dan menjijikkan.

Seorang muslim bisa memanfaatkan waktu yang senggang dan kosong untuk berdzikir. Berdzikir bisa dilakukan pada waktu menunggu antrian, waktu menunggu lampu merah, dan seterusanya.

Mengisi waktu kosong dengan dzikrullah, bisa membantu seseorang terhindar dari perbuatan sia-sia dan dosa. Karena waktu dan kesempatan yang kosong berpeluang dua hal; kebaikan atau keburukan, positif atau sebaliknya.

Dzikir dari sisi waktu pelaksanaannya, terbagi menjadi dua; pertama dzikir muqayyad (terikat/tertentu), kedua dzikir muthlaq (bebas). Dzikir muqayyad (terikat/tertentu) dilakukan dengan jumlah yang ditentukan oleh nash hadits. Itulah lafadz dzikir yang langsung dari Nabi, baik nabi Muhammad atau nabi sebelumnya.

Ada juga yang ciptaan dari para ulama’ (waliyullah). Yang paling populer ialah dzikir setelah shalat maktubah, dzikir-dzikir ini datang langsung dari Nabi, yaitu: Subhanllah, al-Hamdulillah, Allahuakbar, Asataghfirullaha al-Azhim, dan Lailahaillallah.

Lafadz di atas itulah yang paling rutin dibaca sebagai dzikir setelah shalat, khususnya shalat maktubah. Sedangkan bagi para auliyaillah (wali Allah), setiap gerak geriknya bahkan justru tidak lepas sedikitpun dari dzikir.

Tentang keutamaan berdzikir ini, Allah berfirman:

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Artinya:
“Sesungguhnya lelaki dan perempuan muslim, lelaki dan perempuan mukmin, lelaki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, lelaki dan perempuan yang benar, lelaki dan peremuan yang sabar, lelaki dan perempuan yang khusyuk (dalam solat), lelaki dan perempuan yang bersedekah, lelaki dan perempuan yang berpuasa, lelaki dan perempuan yang menjaga kehormatannya, lelaki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. Al-Ahzab: 35).

Secara praktis, keutamaan berdzikir baik yang kita lakukan dalam bentuk lisan maupun perbuatan, kita laksanakan pada pagi, siang, sore, maupun malam hari antara lain:

Manfaat Dzikir Kepada Allah

1. Diliputi Kebaikan Demi Kebaikan (Berlipat)
Seorang Muslim yang senantiasa berdzikir akan senantiasa mendapatkan kebaikan demi kebaikan.

مَا مِنْ قَوْمٍ يَقُوْمُوْنَ مِنْ مَجْلِسٍ لاَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ فِيْهِ إِلاَّ قَامُوْا عَنْ مِثْلِ جِيْفَةِ حِمَارٍ وَكَانَ لَهُمْ حَسْرَةً

Artinya:
“Setiap kaum yang berdiri dari suatu majelis, yang mereka tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya, maka mereka laksana berdiri dari bangkai keledai dan hal itu menjadi penyesalan mereka (di hari Kiamat).” (HR. Abu Dawud 4/264, Ahmad 2/389 dan Shahihul Jami’: 5/176).

Rasulullah bersabda, “Tiada suatu kaum yang duduk sambil berdzikir kepada Allah melainkan mereka akan dikelilingi oleh malaikat, diselimuti oleh rahmat dan Allah akan mengingat mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Bukhari).

Baca halaman selanjutnya: 1 2 3

1. Share jika postingan Tentangdoa.com bermanfaat.
2. Ketik "Qobiltu" jika doa yang Anda amalkan mengharuskannya.
3. Jika berhasil, ucapkan terimakasih dengan kirim pulsa ke admin.