Doa dan Bacaan Sholat Dhuha Latin-Arab (Tata Cara, Hukum dan Keutamaannya)
Cari Doa

Advertisement

Doa dan Bacaan Sholat Dhuha Latin-Arab (Tata Cara, Hukum dan Keutamaannya)

Tengtangdoa.com
Senin, 26 Agustus 2019

doa sesudah sholat dhuha - dzikir setelah sholat dhuha
Doa setelah shalat dhuha dilaksanakan setelah dzikir shalat dhuha. Foto: istimewa.

Tentangdoa.com - Sebelum membahas doa shlat dhuha, ada baiknya kita membahas pengertian shalat dhuha, dalilnya, manfaatnya, tatacaranya dan hukum-hukumnya.

Shalat dhuha adalah shalat yang dilakukan setelah terbitnya matahari (syuruq). Ibadah ini biasa dilakukan umat Islam sebanyak dua hingga 8 atau bahkan 12 rakaat. Shalat dhuha adalah salah satu ibadah yang diwasiatkan Rasulullah Saw. kepada Abu Hurairah untuk dijadikan amalan harian.

أَوْصَانِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ

Artinya:
"Kekasihku –Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam- mewasiatkan tiga hal padaku, yakni berpuasa tiga hari setiap bulannya, melaksanakan sholat dhuha dua raka’at dan sholat witir sebelum tidur". (HR. Bukhari dan Muslim)

Waktu Shalat Dhuha


Di jazirah Arab kala itu, waktu dhuha ditandai dengan panasnya padang pasir dan anak unta yang mulai beranjak. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

Artinya:
"Sesungguhnya Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha (di awal pagi). Dia berkata: 'Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama'. Sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda, 'Shalat orang-orang awwabin (taat, kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan'". (HR. Muslim).

Bila dihitung dengan waktu sekarang, shalat dhuha jatuh sekitar jam 08.00 WIB. Bagaimana bisa melaksanakan shalat di waktu dhuha di tengah kerja kantor sedang dimulai. Berikut triknya:

Umumnya di Indonesia masuk kantor jam 08.00, jadi kita usahan pagi-pagi sekitar 7.45 sudah berada di kantor untuk absen setelah itu sholat dhuha. Jika cara di atas tidak bisa, lakukan dengan cara lain. Ijinlah kepada atasan untuk meminta waktu 15 demi sholat dhuha. Bila tidak dijinkan, fokus saja bekerja dengan niat karena Allah, insyaAllah kita berpahala. Atau, usahakan saja 15 menit sebelum berangkat kerja ke kantor kita menunaikan sholat dhuha.

doa sholat dhuha shahih
Waktu pelaksanaan shalat dhuha. Mulai jam 08.00 - 11.00 WIB.

Keutamaan Shalat Dhuha


Salah dua keutamaannya adalah memudahkan rezeki dan dapat mengganti sedekah yang tidak mampu dilakukan karena kekurangan ekonomi dan lain sebagainya. Mengapa, karena shalat dhuha setara dengan 360 sedekah.

Rasulullah Saw. bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

Artinya:
"Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat". (HR. Muslim)

يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تُعْجِزْنِى مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِى أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Artinya:
"Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, 'Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu'”. (HR. Ahmad).

Baca: Doa Supaya Cepat Punya Rumah dan Mobil

Hadits lain yang mengaitkan keutamaan shalat dhuha dengan rezeki adalah:

مَنْ تَوَضَّأَ ثُمَّ غَدَا إِلىَ الْمَسْجِدِ لِسَبْحَةِ الضُّحىَ، فَهُوَ أَقْرَبُ مَغْزىً وَأَكْثَرُ غَنِيْمَةً وَأَوْشَكُ رَجْعَةً

Artinya:
"Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk shalat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak, dan kembalinya lebih cepat". (HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan shahih).

Yang mengerjakan shalat dhuha hingga 12 rakaat, Allah bangunkan untuknya surga, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw, yang diriwayatkan oleh Anas ra.:

من صلى الضحى ثنتي عشرة ركعة بنى الله له قصرا من ذهب في الجنة

Artinya:
"Barangsiapa yang shalat sunnah dhuha 12 rakaat, Allah bangunkan untuknya istana di surga".

Jumlah Rakaat Maksimal Shalat Dhuha


Ulama semuanya sepakat bahwa minimal melakukan sholat dhuha adalah 2 raka’at, sedangkan untuk masalah maksimalnya masih banyak ulama yang berbeda pendapat tentang hal itu. Syaikh Ash-Shan’ani dalam kitabnya yang berjudul Subulus Salam bahwasanya berpendapat bahwa 2 rakaat sholat dhuha bisa menggantikan pahala 360 sedekah.

Madzhab Maliki, Syafi’i dan Hambali berpendapat maksimal jumlah raka’at maksimal sholat dhuha hanyalah 8 raka’at. Madzhab ini menggunakan dalil tentang hadits Fathu Makkah (penaklukan Makkah) dimana Rasulullah Sae. ketika itu mendatangi rumah Umi Hani’ ra. untuk melaksanakan shalat 8 rakaat. Adapula yang berpendapat, jumlah maksimal rakaat shalat dhuha adalah 4 rakaat saja.

Jumlah raka’at terbanyak sholat dhuha, menurut pendapat ulama' lain adalah 12. Pendapat tersebut dikeluarkan oleh kalangan penganut madzab Hanafi dengan mengutip hadist Rasulullah Saw. sebagaimana telah disebutkan di atas.

Tatacara Sholat Dhuha dan Doanya


Shalat dhuha bisa kita dirikan berjama’ah atau munfarid (sendirian). Yang penting, sebelum memulai shalat dhuha, kita harus dalam kondisi suci (berwudlu tentunya). Setelah itu, baru lakukan tahapan shalat dhuha berikut ini:

1. Niat shalat dhuha. Ini lafadznya:

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ لِلَّهِ تَعَالَى

Baca:
Usholli sunnatadh dhuha rak’ataini lillaahi ta’ala.

Artinya
"Saya berniat sholat dhuha 2 rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala".

Rasulullah Saw. kadang mengerjakan shalat dhuha empat rakaat, kadang delapan rakaat.

عَنْ أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِى طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ الْفَتْحِ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِىَ رَكَعَاتٍ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ

Artinya:
"Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah Saw. pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam". (HR. Abu Dawud; shahih)

Jadi, bila shalat dhuha dikerjakan lebih dari 2 rakaat, tiap 2 rakaat itu harus dijeda dengan salam. Tidak bisa langsung 4 rakaat atau 8 rakaat sekaligus. Beberapa ulama’ mengatakan lebih baik shalat dhuha dua rakaat daripada mengerjakan sholat dhuha dengan rakaat banyak tetapi jarang dilaksanakan setiap hari. Lebih baik konsisten daripada tidak, meskipun sedikit jumlah rakaat dhuhanya.

Setelah niat "ushalli", selanjutkan adalah membaca doa iftitah, surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca salah satu surat dalam Al-Quran.

Pada rakaat pertama shalat dhuha ada yang menyarankan mushalli (yang shalat, yakni Anda) untuk membaca surat Asy-Syams, dan rakaat kedua membaca surat Adh-Dhuha. Bagaimana, boleh? Sangat boleh. Pendapat ini bersumber dari sebuah riwayat yang menyatakan,

صلوا ركعتى الضحى بسورتيهما والشمس وضحاها والضحى

Artinya:
"Shalatlah dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat dhuha, yaitu surat Was syamsi wadhuhaa haa dan surat Adh-Dhuha". (HR. Ad-Dailami dari Uqbah bin Amr, dicantumkan dalam Jami’ul Ahadits).

Karena itulah, ulama' menyarankan lebih diutamakan membaca surat Adh-Dhuha, Al-Lail, Asy-Syamsu, dan Asy-Syarh ketika membaca surat-suratan dari Al-Qur'an saat shalat dhuha.

Surat Asy-Syams yang baik dibaca dalam rakaat pertama shalat dhuha.

Surat Ad-Dhuha yang baik dibaca di rakaat kedua shalat dhuha.

2. Lalu ruku' dan membaca tasbih tiga kali,
3. Kemudian i’tidal dan membaca doanya,
4. Sujud dan membaca tasbih tiga kali,
5. Duduk di antara dua sujud, dan sambil membaca bacaannya,
6. Sujud kedua kali,
7. Rakaat kedua. Caranya persis seperti rakaat pertama (tanpa niat dan doa iftitah tentunya).
8. Membaca tasyahud akhir
9. Dua kali salam
10. Dilanjutkan dengan dzikir. Ini dzikirnya:


أللهم بك أواصل وبك أواحل وبك أقاتل

Baca:
Allhumma bika uwashilu wa bika uwahilu wa bika uqotilu (baca 40/100 kali)

Artinya:
"Ya Allah, dengan-Mu aku menghadapi. DenganMu aku berusaha keras dan denganMu aku berperang".

رب اغفر لى وارحمنى وتب علي إنك أنت التواب الرحيم


Baca:
Robbighfirli war hamni wa tub alayya innaka antattawaburr rahim. (baca 100 kali).

Artinya:
"Ya Rabb, ampunilah dan sayangi aku serta terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi tobat dan lagi Maha Penyayang"

11. Kemudian ditutup dengan membaca doa shalat dhuha. Ini lafadznya (bacalah sebanyak 40/100 kali):

اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالجَمَالَ جَمَالُكَ وَالقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ. اَللَّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ  ثُمَّ يَقُوْلُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Baca:
Allahumma innad dhuha’a dhuha’uka, wal baha’a baha’uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allahumma in kana rizki fis samai, fa anzilhu. Wa in kana fil ardhi, fa akhrijhu. Wa in kana mu‘siron, fa yassirhu. Wa in kana haraman, fa thahhirhu. Wa in kana ba‘idan, fa qarribhu bi haqqi dhuha’ika, wa baha’ika, wa jamalika, wa quwwatika, wa qudratika. Atini ma ataita ‘ibadakas shalihin. ِAllâhumma bika ushawilu, wa bika uhawilu, wa bika uqatilu. Rabbighfirli warhamni watub ‘alayya. Innaka antat-tawwabur rahim.

dzikir setelah sholat dhuha
Doa sholat dhuha dalam foto image. Sumber: istimewa.

Artinya:
"Tuhanku, sungguh waktu dhuha adalah milik-Mu. Yang ada hanya keagungan-Mu. Tiada lagi selain keindahan-Mu. Hanya ada kekuatan-Mu. Yang ada hanya kuasa-Mu. Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu. Tuhanku, kalau rezekiku di langit, turunkanlah. Kalau berada di bumi, keluarkanlah. Kalau sulit, mudahkanlah. Kalau haram, gantilah jadi yang suci. Bila jauh, dekatkanlah dengan hakikat dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu. Tuhanku, berikanlah aku apa yang Kau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh. Tuhanku, dengan-Mu aku bergerak. Dengan-Mu aku berusaha. Dengan-Mu, aku berjuang. Tuhanku, ampunilah segala dosaku. Turunkan rahmat-Mu kepadaku. Anugerahkanlah tobat-Mu untukku. Sungguh Engkau maha penerima tobat, lagi maha penyayang".

doa sholat dhuha rumaysho
Diagram gerakan shalat dhuha. Foto: istimewa.

Demikianlah Doa dan Bacaan Sholat Dhuha Latin-Arab (Tata Cara, Hukum dan Manfaatnya), dzikir setelah sholat dhuha, dll, yang disarikan oleh tim tentangdoa.com dari beberapa sumber. (tentangdoa.com - ab)