Doa Qunut Allahummahdina dan Tatacaranya (Latin Beserta Artinya Lengkap)
Cari Doa

Advertisement

Doa Qunut Allahummahdina dan Tatacaranya (Latin Beserta Artinya Lengkap)

Tengtangdoa.com
Senin, 26 Agustus 2019

doa qunut dan tolak bala - doa qunut allahummahdini fiman hadait
Saat membaca doa qunut nazilah atau qunut tolak bala. Foto: istimewa.

Tentangdoa.com - Qunut الْقُنُوْتُ berasal dari kata qonata قَنَتَ yang artinya tunduk patuh. Selain itu, qunut juga berarti berdiri lama, diam, taat, doa dan khusyuk. Qunut yang artinya tunduk patuh terdapat dalam firman Allah Swt,

وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ كُلٌّ لَهُ قَانِتُونَ

Artinya:
"Dan kepunyaan-Nya lah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk". (QS. Ar-Rum: 26).

Secara syariat, qunut artinya adalah taat dengan tulus, sesuai firman Allah Swt:

يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ

Artinya:
"Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’". (QS. Ali Imran: 43)

Hadits Tentang Qunut


Para ulama bersepakat mengenai qunut karena adanya nash-nash yang sangat jelas dan shahih.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَنَتَ رَسُوْلُ اللهِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَصَلاَةِ الْصُّبْحِ فِيْ دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ إِذَا قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ اْلأَخِرَةِ يَدْعُوْ عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ بَنِيْ سُلَيْمٍ عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ، وَيُؤَمِّنُ مَنْ خَلْفَهُ

Artinya:
Dari Sahabat Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah Saw. pernah melakukan qunut selama satu bulan terus menerus pada shalat Zhuhur, ‘Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh di akhir setiap shalat, yaitu apabila ia mengucap Sami’Allahu liman hamidah pada raka’at yang akhir, lalu beliau mendo’akan kebinasaan atas kabilah Ri’lin, Dzakwan dan ‘Ushayyah yang ada pada perkampungan Bani Sulaim, dan orang-orang di belakang beliau mengucapkan amin. (HR. Abu Dawud, Ahmad, al Hakim dan al Baihaqi)

Imam Al-Hakim menambahkan bahwa Ibnu Abbas ra, berkata bahwa beliau Rasulullah Saw. pernah mengutus para mubaligh supaya mereka (kabilah-kabilah itu) memeluk Islam, tapi mereka justru membunuh para da'i tersebut. Ikrimah berkata: Inilah pertama kali qunut diadakan.

عَنْ أنَسٍ قَالَ: قَنَتَ رَسُوْلُ اللَّهِ شَهْرًا بَعْدَ الرُّكُوْعِ يَدْعُو عَلَى حَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ ثُمَّ تَرَكَهُ

Artinya:
"Dari sahabat Anas Ra, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah qunut selama satu bulan setelah bangkit dari ruku’, yakni mendoakan binasa untuk satu kabilah dari kabilah Arab, kemudian beliau meninggalkannya (tidak melakukannya lagi)". (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits Ibnu Abbas ra. dan sahabat Anas ra. serta beberapa hadits yang lain, menunjukkan bahwa pertama kali doa qunut dilakukan ialah ketika Bani Sulaim yang terdiri dari Kabilah Ri’lin, Hayyan, Dzakwan dan ‘Ushayyah memohon kepada Rasulullah Saw. supaya mau mengajarkan kepada mereka tentang Islam.

Maka, Rasulullah Saw. kemudian mengutus kepada mereka 70 orang qurra' (penghafal Al-Qur’an), tapi sesampainya mereka di sumur Ma'unah, mereka dibunuh semuanya. Pada saat itu, tidak ada kesedihan yang lebih menyedihkan yang diterima Nabi selain kejadian tersebut. Maka kemudian beliau melakukan doa qunut selama satu bulan yang kemudian beliau tinggalkan.

Hukum Doa Qunut


Ada perbedaan pendapat tentang hukum membaca doa qunut ini dari masing-masing madhzab ahlussunnah wal jama'ah yang mu'tabar:

Madzab Hanafiyyah
Doa qunut hanya dikhususkan pada waktu melaksanakan shalat witir saja. Tidak dibaca doa ini ketika shalat lainnya selain ketika nawaazil, yaitu ketika kaum muslimin sedang terkena musibah. Menurut madzab ini, qunut nawazil hanya dibaca dalam shalat Shubuh saja dan yang membacanya adalah cukup imam saja. Para ma’mum hanya mengaminkan dan jika sholat itu dikerjakan secara munfarid (sendirian), maka tidak perlu membaca doa qunut.

Madzab Malikiyyah
Para ulama yang madzab Malikiyah memiliki pendapat bahwasanya tidak ada doa qunut yang dibaca kecuali hanya pada waktu sholat Shubuh saja. Jadi, berdasarkan pendapat imam ini, ketika shalat witir atau sholat yang lain tidak ada bacaan doa qunut.

Madzab Syafi’iyyah
Para ulama Syafi’iyyah mempunyai pendapat bahwa tidak ada qunut yang dibaca pada shalat Witir kecuali dibacanya di saat shalat witir tersebut dilakukan pada 15 hari terakhir bulan Romadhan. Tidak ada do'a qunut pada waktu shalat fardhu lainnya kecuali hanya dalam shalat shubuh saja dalam kondisi apapun, baik ketika kaum muslimin sedang mengalami musibah ataupun tidak. Doa Qunut juga bisa dibaca pada selain sholat shubuh jika kaum muslimin sedang tertimpa musibah, yaitu doa qunut yang dibaca adalah doa qunut nazilah.

Madzab Hanabilah (Hambali)
Ulama  madzab Hambali berpendapat, doa qunut hanya disyaratkan ketika shalat Witir saja. Tidak perlu membacanya pada shalat lainnya kecuali kaum muslimin ada musibah besar, utamanya ketika terjadi musibah penyakit. Imam Ahmad berpendapat tidak ada dalil atau hadist yang memberi keterangan bahwa Nabi Muhammad Saw. pernah membaca doa qunut witir sebelum atau sesudah melakukan ruku’.

Tata Cara Doa Qunut


Doa Qunut dibaca ketika i’tidal, yakni berdiri setelah Ruku' terakhir yang ada dalam shalat Shubuh, Witir atau setiapkali shalat Fardlu. Tergantung kita mengikuti madzab siapa. Doa qunut boleh kita baca ketika ada saudara sesama muslim kita sedang ditimpa suatu musibah.

Karena itulah, doa qunut merupakan suatu bentuk doa persaudaraan yang dibaca untuk sesama umat Islam supaya Allah Swt. segera menghapus atau menyudahi musibah itu terjadi.

Sebisa mungkin hendaknya kita tetap mengharga bagi saudara muslim kita yang membaca doa qunut dalam sholat atau tidak membacanya. Berikut ini adalah cara ketika kita menjadi imam atau makmum dan membaca doa qunut dalam shalat:

Sebagai imam
Ketika menjadi imam, disunnahkan bagi kita untuk tetap membaca doa qunut dengan cara mengganti bacaan ketika i’tidal dengan qunut. Ini disebabkan karena bacaan doa qunut lebih utama hukumnya. Qunut merupakan sunnah ab’adl sedangkan bacaan i’tidal sunnah hai’at.

Sebagai makmum
Jika kita sebagai makmum, kita cukup membaca "amin" dan mengikuti imam.

Terkait bacaan doa qunut ketika kita sedang sendirian atau shalat berjama’ah dan menjadi imam, maka perbedaannya sebenarnya hanya terletak pada kata "nii" untuk shalat yang dikerjakan secara munfarid (sendiri) dan "naa", ketika kita menjadi imam dalam shalat berjamaah.

Inilah Bacaan Qunut untuk Imam Shalat: 

doa qunut ada berapa ayat - doa qunut adi hidayat


Baca:
"Allaahummah Dinaa Fiiman Hadait, Wa ‘aafina Fiiman ‘Aafaiyt, Wa Tawallanaa Fiiman Tawallaiyt, Wa Baariklanaa Fiimaa a’toiit, Wa qinaa Syarroma Qodloit, Fainnaka Taqdli wala yuqdloo ‘alaiik, Wa innahu laa yadzillu maw waalayt, Walaa ya’izzuman ‘aadaiyt, Tabarokta robbana wata’aalait, Falakal hamdu ‘ala ma qodloit, wa astaghfiruka wa atuubu ilaik, wa shallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadinnabiyyil ummiyyi wa’ala alihi washahbihi wasallam".

Artinya:
"Ya Allah tunjukkanlah kepadaku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah diriku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan. Dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi. Hanya untuk-Mu segala pujian di atas yang Engkau tentukan.Ku memohon ampun dari-Mu dan aku bertaubat kepada Engkau (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya".

Qunut untuk shalat sendiri:


doa qunut bacaan imam - doa qunut dan cara sholat subuh

Baca:
“Allahummah dini fi man hadait. Wa’aafinii fi man ‘aafait. Wa tawallanii fi man tawallait. Wa barik li fimaa a’thait. Wa qini syarrama qadlait. Fa innaka taqdthi wala yuqdla ‘alaik. Wainnahu la yadzillu man walait. Walaa ya’izzu man ‘adaiit. Tabarakta rabbanaa wata 'alait Falakal-hamdu ‘ala ma qadlaiit. Astaghfiruka wa atubu ilaik, wa shallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadinin-nabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.”

Bacaan doa Qunut Witir:


اللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Baca:
“Allahummahdini fiiman hadait, wa’aafini fiiman ‘afait, watawallanii fiiman tawallait, wabarik li fiima a’thait, waqinii syarrama qadlait, fainnaka taqdhi walaa yuqdho ‘alaik, wainnahu laa yadzillu man waalait, tabaarakta rabbana wata’aalait”.

Artinya:
"Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, dan berilah aku keselamatan di antara orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan, uruslah diriku di antara orang-orang yang telah Engkau urus, berkahilah untukku apa yang telah Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkau Yang memutuskan dan tidak diputuskan kepadaku, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau jaga dan Engkau tolong. Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi". (HR. Abu Daud, An-Nasai dan At-Tirmidzi).

Qunut Nazilah


Yakni doa qunut yang dilakukan di dalam shalat fardlu yang lima waktu. Biasanya doa ini dilakukan di saat terjadi sesuatu peperangan, penindasan, dan penjajahan. Qunut Nazilah dilakukan sebagai bentuk keprihatinan dan solidaritas atas kejadian yang terjadi. Doa qunut Nazilah redaksi kalimatnya lebih panjang daripada doa qunut pada shalat Subuh dan qunut Witir pada pertengahan Bulan Ramadhan. Ini bacaannya:

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ

Baca:
"Allâhumma innâ nasta‘înuka wa nastaghfiruk, wa nastahdîka wa nu’minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsnî alaikal khaira kullahu nasykuruka wa lâ nakfuruk, wa nakhla‘u wa natruku man yafjuruk. Allâhumma iyyâka na‘budu, wa laka nushallî wa nasjud, wa ilaika nas‘â wa nahfid, narjû rahmataka wa nakhsyâ adzâbak, inna adzâbakal jidda bil kuffâri mulhaq".

Artinya,
"Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjukMu, beriman kepada-Mu, bertawakal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikanMu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan shalat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir".

Do’a Qunut Nazilah Secara Umum:


اَللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّى وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ. نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ

Artinya:
"Ya Allah! Hanya kepada Engkau kami beribadah, hanya karena Engkau kami shalat dan sujud, hanya kepada Engkau pula kami berusaha dan berkhidmat. Kami sangat mengharap rahmat-Mu dan kami pun takut akan siksa-Mu, karena sesungguhnya siksa-Mu itu tidak akan pernah berkurang atas orang-orang kafir".

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ

Artinya:
"Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah! Sesungguhnya hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan, meminta ampunan, dan senantiasa memuji-Mu atas kebaikan yang diberikan. Kami tidak kufur kepada-Mu, dan kami berlepas diri serta meninggalkan orang-orang yang durhaka kepada-Mu".

اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَ تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ

Artinya:
"Ya Allah! Cerai beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat".

اَللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلَ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَائَكَ

Artinya:
"Ya Allah! Laknatlah orang-orang kafir ahli kitab (yahudi dan nashrani) yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasul-Mu, dan memerangi wali-wali-Mu".

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ

Artinya:
"Ya Allah ! Ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Persatukanlah hati mereka. Perbaikilah hubungan di antara mereka dan menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka".

Demikian rincian doa qunut yang biasa diamalkan umat Islam di Indonesia terutama kalangan Nahdlatul Ulama' (NU). (tentangdoa.com - ab)